Home » Hotel Ciwidey » Liburan Wafat Isa Al Masih di Hotel Ciwidey

Liburan Wafat Isa Al Masih di Hotel Ciwidey

Senin, April 21st 2014. | Hotel Ciwidey, Hotel di Ciwidey

Liburan Wafat Isa Al Masih di Hotel Ciwidey

Liburan lagi yuu…tanggal 18, 19 dan 20 April 2014 semuanya liburan panjang lagi, alhamdulillah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Bandung Selatan tepatnya ke Ciwidey Rancabali mengalami peningkatan terbukti dengan hasil pemantauan saya, jalan menuju arah objek wisata mulai padat mulai dari Ciwidey sampai Rancabali. Pengendara roda 4 dan roda 2 memadati jalan-jalan menuju objek wisata seperti Objek wisata Kawah Putih, Kampung Cai Rancaupas, Pemadian air panas alami Cimanggu, Pemadian air panas alami Rancawalini dan Dana alami Situpatenggang.

Peningkatan juga terjadi kepada hotel ciwidey atau hotel-hotel yang berada di daerah Ciwidey seperti : Driam Hotel, Kampung Pago Hotel, Sindang Reret Hotel, Abang Hotel, MS Hotel, EMTE Hotel. Juga peningkatan terjadi kepada penginapan ciwidey atau penginapan yang berada di daerah Ciwidey seperti : Penginapan Tirta Shelly, Penginapan Nugraha, Penginapan Arumsari, Penginapan Alam Endah.

Peningkatan pengunjung juga dapat dirasakan oleh pemilik Villa dan Resort yang berada di sekitan Ciwidey seperti Villa d’lato, pondok stevia, pondok Nyaman, villa Alkatiri, Villa Genie, Sukarasa Endah Cottage, Saung Gawir Cottage, Kampung Stroberi Cottage, Patuha Resort, Cimanggu Cottage, Walini Cottage.

Juga peningkatan pengunjung dapat dirasakan oleh pemilik kuliner yang tersebar di sepanjang jalan raya Soreang sampai ke Rancabali seperti Cafe Driam hotel, Cafe Kampung Pago, Resto Sangu Liwet Ibu Ika, Resto Lembur Awi, Cafe Flaminggo, Cafe Sindang Reret, RM Sukarasa Endah, RM Ponyo, Cafe Unti, Cafe Saung Gawir, RM Sate Alam Endah, Cafe EMTE Resort, dan pusat oleh-oleh juga tidak ketinggalan ikut didatangi oleh wisatawan seperti pusat oleh-oleh Ciwidey, oleh-oleh di Kawah Putih, Oleh oleh di Cimanggu, oleh-oleh Rancawalini.

Terima kasih para pengunjung yang sudah singgah ditempat kami, semoga dilibran yang akan datang semakin meningkat dan semakin membawa keberkahan untuk kami, kepada jajaran pemerintahan agar sarana dan prasarana ke objek Wisata yang berada di Ciwidey Rancabali ini lebih ditingkatkan agar dapat memuaskan para Wisatwan yang datang.

Informasi lain bagi yang belum tau apa perayaan wafat Isa Almasih ini mari kita baca bersama beberapa pendapat mengenai hal ini, semoga menjadi tambahan wawasan bagi kita semua, amin. Berikut informasinya ;

Liburan Wafat Isa Al Masih di Hotel Ciwidey

Liburan Wafat Isa Al Masih di Hotel Ciwidey

Pandangan Al-Quran Tentang Kematian Isa Al-Masih

Kehidupan di dunia tidak ada yang kekal. Setiap makhluk hidup pada saatnya akan mati, termasuk manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan semua yang bernyawa. Tidak ada yang kekal selain Allah, Sang Pencipta.

Umat Muslim Tidak Percaya Isa Al-Masih Wafat

Kematian yang sama juga dialami oleh Isa Al-Masih, walaupun umat Muslim tidak percaya bahwa Isa Al-Masih benar wafat. Mereka meyakini Allah telah mengangkat Isa Al-Masih ke langit guna menyelamatkan-Nya dari tentara Romawi yang akan membunuh-Nya.

“Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ’Isa putera Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka…..” (Qs 4:157)

Tujuan Isa Al-Masih Datang ke Dunia

Injil Rasul Besar Matius 1:21 mencatat, tujuan Isa Al-Masih datang ke dunia adalah: “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus (Isa), karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Amal ibadah yang dilakukan manusia guna dapat kembali pada Kemuliaan Allah adalah sia-sia. Anugerah keselamatan dari Allah hanya ada dalam Isa Al-Masih.

Kalimat Allah, Isa Al-Masih yang kudus dan suci, adalah satu-satunya Pribadi yang dapat mendamaikan manusia dengan Allah. Dia telah menjadi kurban dan tebusan bagi dosa manusia. “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (Injil, Surat 2 Korintus 5:21)

Fakta Isa Al-Masih Memang Wafat

Fakta utama Isa Al-Masih haruslah wafat, agar Dia dapat menyelamatkan manusia dari ikatan belenggu dosa. Tujuan ini hanya dapat digenapi melalui kematian-Nya. Hanya dengan kematian-Nya di salib, dosa manusia dapat dibayar lunas.

Walaupun umat Muslim tidak percaya Isa Al-Masih wafat, tetapi Al-Quran memberi kesaksian bahwa Dia benar wafat: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33).

Injil juga memberi kesaksian yang sama, “Lalu Isa Al-Masih berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya” (Injil, Rasul Lukas 23:46)

Kematian-Nya juga menggenapi nubuat dari seorang Nabi, “Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya” (Kitab Nabi Besar Yesaya 53:9)

Isa Al-Masih dan Keselamatan

Jika Isa Al-Masih tidak wafat, maka tidak ada penebusan jiwa dari dosa. Kematian-Nya telah memberi hidup bagi manusia. Dia yang tidak berdosa telah menyerahkan diri-Nya bagi orang berdosa. Dia menjadi tebusan dan memberi hidup bagi orang berdosa. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Isa Al-Masih), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Injil, Kisah Para Rasul 4:12)

Hanya mereka yang telah menerima keselamatan dari Isa Al-Masih yang dapat mengerti bahwa Dia datang untuk menebus jiwa manusia dari belenggu dosa.  Kematian-Nya telah memberi hidup kekal bagi mereka yang percaya kepada-Nya.

[Staff Isa dan Islam – Kiranya Pembaca dapat menyelidiki lebih dalam tentang Keselamatan dalam Isa Al-Masih] sumber : http://www.isadanislam.com/al-quran/pandangan-al-quran-tentang-kematian-isa-al-masih.

Pendapat Islam mengenai hal ini :

Liburan Wafat Isa Al Masih di Hotel Ciwidey

Wafatnya al-Masih Isa ibnu Maryam– Pandangan Daripada Sumber-Sumber Islam

Nabi Isa adalah satu-satunya al-Masih yang telah dijanjikan Allah. Kewafatannya merupakan satu tajuk yang menarik sekali di kalangan umat Islam. Ada yang berhemat bahawa dia tidak mati dibunuh tetapi diselamatkan oleh Tuhan di saat-saat terakhir, ada pula yang berkata sememangnya al-Masih `Isa ibnu Maryam itu sudah pun mati dengan kerelaan Tuhan, dan al-Quran sendiri telah mengesahkan hakikat ini secara muktamad.

Kita akan merujuk kepada beberapa sumber-sumber yang sahih lagi berautoriti dan berwibawa seperti al-Quran ul-Karim,

Hadith-hadith sahih serta tafsir-tafsir Ulamak-ulamak ahlus sunnah wa’l jamaah yang terkenal.

Pandangan dan Tafsiran Ulamak-ulamak Islam hari ini.

 I. Ulamak – ulamak dari Tanah Suci Arab

1. Di dalam bukunya “The Message of the Quran” (Utusan al-Quran) yang diterbit oleh the Muslim World League of Makka pada dahun 1964, penulisnya, Muhammad Asad menterjemahkan Surah 3 ayat 55 kepada Bahasa Inggeris seperti berikut :

        “Lo! God said: O Jesus! Verily, I shall cause thee to die, and exalt thee unto Me.”

 Terjemahannya :

          “Allah berkata: ‘Ya ‘Isa, sesungguhnya Aku mewafatkan engkau dan meninggikan (darjat) engkau kepadaKu..”

 Surah 5:117 pula diterjemahkan seperti berikut :

“And I bore witness to what they did as long as I dwelt amongst them; but since Thou hast caused me to die,
Thou alone hast been their keeper. For Thou art witness unto everything”.Terjemahannya :

“Dan Aku menjadi saksi atas mereka , selama aku hidup bersama mereka. Tatkala Engkau mewafatkan aku, Engkaulah mengawas mereka. Engkau     menjadi saksi atas tiap-tiap satu.”Pada nota kaki kepada surah 4 ayat 157 (yang menyangkal penyaliban Nabi Isa), penterjemah ini telah memberi penjelasan seperti berikut :

“Begitulah al-Quran kononnya menafikan cerita penyaliban Hazrat Isa. Di kalangan umat Muslim terwujud banyak cerita-cerita dongeng yaitu kononnya disaat-saat terakhir Allah telah menggantikan Nabi Isa dengan seorang lain yang menyerupaibeliau (mengikut cerita  sesetengah orang,  orang itu Yudas, seorang pengikutnya). Orang ini telah mati disalib pula.Tetapi, cerita-cerita dongeng ini tidak ada sokongan sedikit pun daripada al-Quran mahu pun daripada Hadith-hadith yang sahih. Oleh itu, segala-gala cerita ini yang dipergunakan oleh ahli-ahli tafsir klasik haruslah ditolak sebulat-bulatnya.”

Nota kaki yang berikutnya pula mengandungi kata-kata :

“Tidak terdapat di mana-mana tempat di dalam al-Quran apa-apa alasan bagi menyokong pendapat sesetengah para Muslim bahawa Allah telah mengangkat jasad Nabi Isa secara jasmaniah kedalam Syurga.”2. Dalam Tafsir al-Qurannya, Ulamak Abdul Rahman Sa’di pula telah berkata bahawa :

“Allah telah memuliakan Isa dengan memperbanyakkan murid-muridnya di dunia ini, semasa hayatnya dan juga selepas kematiannya (mamat).”

(Tafsir al-Manan, diterbitkan di Makka)

II. Ulamak-ulamak dari Mesir.

1. Ulamak Mesir yang terkenal Mufti Muhammad Abduh mempercayai bahawa Isa telah meninggal dunia:

i. “Dalam kitab Tafsir al-Manar, guru dan Imam Muhammad Abduh, setelah mengambil maksud jelasayat tersebut dan menyatakan bahawa perkataan tawaffa di dalamnya membawa maksudnya yang jelas yakni  ‘membunuh’. ‘Diangkatkannya’ (raf’a) pula   mengikuti selepasnya dan ini pula bermaksud kemuliaan rohaniah.”

(Qasas al-Anbiya oleh Abdul Wahab al-Najar, ms. 428)

ii.  “Tawaffa disini bererti membunuh atau mematikan seperti di fahami secara jelas dan biasa.”

(Al-Manar)

2. Syaikh Mahmud Shaltut, bekas Mufti Besar Mesir dan bekas Rektor (Ketua universiti) Universiti al-Azhar,

    Kaherah, telah mengeluarkan satu fatwa seperti berikut:

i. “Tidak terdapat alasan (autoriti) berasaskan kepada al-Quran atau pun Sunnah yang boleh membenarkan kepercayaan  bahawa ‘Isa telah diangkat ke Syurga dengan jasadnya dan beliau masih hidup disana dan beliau akan turun ke bumi dari sana pada Hari Qiyamat.”

(Al-Fatawa, diterbitkan oleh Al-Idara al-‘Ama lil-Saqafat al-Islamiyya bil-Azhar, ms. 52-58)

ii. “Ayat-ayat al-Quran dalam nas tersebut (QS.4/157) menunjukkan bahawa Tuhan telah menjanjikan ‘Isa bahawa beliau akan diwafatkan pada waktu yang ditetapkan, kemudian dimuliakan (diangkatkan) kepada hadhirat Allah (swt) sendiri dan seterusnya dilindungi daripada musuh-musuhnya. Janji ini sudah pun termakbul, Tuhan telah pun mewafatkan beliau dan seterusnya memuliakannya ke dalam hadirat Allah s.w.t.

(Al-Fatawa, diterbitkan oleh Al-Idara al-‘Ama lil-Saqafat al-Islamiyya bil-Azhar, ms. 52-58)

3. Al-Ustaz Mustafa al-Maraghi:

i.  Ustaz Mustafa memberi tafsirannya mengenai ungkapan, Ya ‘Isa inna mutawaffi-ka

    Dia menyatakan :

“Dalam ayat ini terdapat berita baik mengenai kejayaan `Isa di atas komplot musuh-musuh Yahudinya, serta hayat `Isa mencapai waktu penamatannya. Tawaffa membawa maksud kewafatan atau kematian sebagai insan di dunia ini. Dan raf`(kebangkitan) pula merujuk kepada keadaan roh selepas kematian. Maksudnya ialah “Saya akan mewafatkan (‘mematikan’) kamu (mumitu-ka), dan selepas kematianmu (maut) saya akan membawa kamu menaiki suatu kedudukan yang mulia di sisi Ku. Saperti mana Tuhan telah melakukan kepada Nabi Idris: ‘Dia telah mengangkatkannya (iaitu Nabi Idris) kepada suatu kedudukan yang mulia’.”

(Tafsir al-Maraghi, bahagian iii, ms. 165)

ii)  Surah Ali-Imran 3 ayat 14 berbunyi :

“Sesungghnya kamu (Muhammad) telah bercita-cita hendak mati sebelum menemuinya,sesungguhnya kamu sudah melihatnya, sedang kamu memperhatikannya.”Di dalam penjelasan ayat al-Quran ini, beliau telah menulis :”Ini bermaksud bahawa Nabi Muhammad itu hanya insan yang fana dan akan meninggal dunia seperti manusia yang lain juga. Ada rasul-rasul yang lain juga yang telah mati sama seperti manusia biasa yang lain. Ada yang telah mati dibunuh seperti Zakaria dan Yahya. Tiada ada satu pun di antara rasul-rasul Allah yang dapat hidup selama-lamanya. Jadi, jika Nabi Muhammad saw sendiri meninggal dunia,ini  sama sahaja seperti Musa, Isa (as) dan Nabi-nabi yang lain sebelumnya.”

(Tafsir al-Maraghi, bahagian iv, ms. 87)

4. Ulamak Muhammad Farid Wajadi pula memberi ulasan kepada pandangan para ahli tafsir dan  para pengkaji al-Quran yang lain seperti berikut:

“Ada ahli2 tafsir yang menyatakan bahawa Allah telah mematikan ‘Isa sama seperti Dia menamatkan hayat manusia biasa yang lain. Kemudian rohnya diangkatkan ke Syurga.Ini dibuktikan oleh kata-kata: ‘Inni mutawaffi-ka wa rafi’u-ka ilayya.'”

(Da’irat-ul-Mu‘arif, Islamic Encyclopedia, vol. vi,ms. 784)

III.  Ulamak-ulamak dari Lubnan dan negeri-negeri lain.

1. Ahli tafsir Lubnan yang terkenal Ahmad Al-`Ajuz bertulis :

“‘Isa sememangnya sudah mengalami kematian mengikut firman Allah inni mutawaffi-ka yang bererti :’Saya akan mewafatkan kamu (mumitu-ka). Kematian (maut) adalah sesuatu yang semestinya berlaku, seperti mana Allah telah mengucap melalui mulut Hazrat `Isa (as) sendiri:‘Salam sejahtera bagiku pada hari aku dilahirkan, pada hari aku diwafatkan dan pada hari aku dibangkitkan hidup semula‘.”

Ditandatangani oleh : Ahmad Al-`Ajuz.

2. Al-Ustaz Abdul Karim al-Sharif telah menulis:

“Seperti mana disebut di dalam al-Quran, Tuhan telah menyebabkan kewafatan Al-Masih `Isa secara jasmani, dan telah membangkitkan beliau kedalam hadhirat ilahiNya, serta telah menyucikannya sama sahaja seperti Dia menamatkan hayat kita, kemudian diangkat dan disucikan roh-roh kita.”

(Al-Nafkhat al-Ula min al-Ta’wil)

3. Al-Ustaz Abdul Wahab al-Najjar memberi tafsirnya mengenai ayat-ayat al-Quran :

Kuntu ‘alai-him shahid-an ma dumtu fi-him (5:117), saperti berikut :

“Isa telah menjadi saksi keatas semua pengikut-pengikutNya selama dia berada bersama-sama dengan mereka serta mengajarkan mereka firman Allah sehingga kematiannya (wafat). Selepas itu, Tuhanlah yang menjadi saksi diatas mereka.”

(Qasas al-Anbiya, Edisi ke-4, 1956)

Tuhan mahakuasa sendiri telah menyentuh perkara kewafatan Nabi `Isa secara khusus; selepas Nabi `Isa naik doanya mengenai kewafatan beliau, Tuhan telah memberi jawapanNya seperti berikut :

“Allah berkata: ‘Ya ‘Isa, sesungguhnya Aku mewafatkan engkau dan meninggikan (darjat) engkau kepadaKu  dan menyucikan engkau dari orang-orang kafir dan menjadikan pengikut2 engkau diatas mereka yang kafir sampai hari kiamat..”

Surah 3 Ali Imran ayat 55

Dari ayat-ayat ini Allah telah memberi `Isa empat janji-janji, yaitu :

1.”Diwafatkan oleh Tuhan sendiri” yaitu mengalami kematian ditangan serta dengan kebenaran Tuhan,

2.”Darjat beliau akan ditinggikan ke hadhirat Allah (raf `a)” oleh Allah sendiri,
Yakni beliau akan menikmati keadaan bersama-sama kehadhiran Tuhan. Pada hakikatnya ungkapan raf `a (– kemuliaan) itu membawa erti yang bertentangan dengan wad `a (kehinaan).

3.”Menyucikan Engkau dari orang-orang kafir (tathir)”, iaitu beliau akan dibenarkan oleh Allah dari segala tuduhan-tuduhan musuh-musuh beliau.

4.”Menjadikan pengikut2 engkau diatas mereka yang kafir sampai hari kiamat.” Pengikut2 Hazrat `Isa akan sentiasa mengatasi musuh-musuh mereka serta para ahli kafir sehingga hari Kiamat!

Ayat-ayat diatas membuktikan tanpa apa-apa keraguan lagi bahawa al-Masih `Isa sudah pun mengalami kewafatan. Oleh kerana raf `a itu hanya berlaku setelah segala-gala lapisan-lapisan dan penghindar – penghindar jasmaniah yang lain telah dihapuskan. Setiap insan yang salih dianugerahkan dengan raf `a setelah tamat hayatnya. Rasullullah sendiri telah bersabda :

“Tatkala seorang yang beriman menghadapi kematiannya, datanglah malaikat maut kepadanya.Jika dia seorang yang salih, mereka akan berkata kepada rohnya : ‘Wahai roh yang tidak tercela, keluarlah, kamu berada di dalam tubuh yang bersih’…Jadi, roh itu akan keluar dari tubuh itu, lalu diangkat ke Syurga dan pintu-pintu Syurga akan dibuka baginya.”

(Mishkat)

Jadi, apabila seorang beriman yang salih meninggal dunia, malaikat-malaikat akan mengangkat rohnya ke Syurga. Inilah apa yang telah jadi kepada `Isa sendiri, jadi selepas wafatnya `Isa a.s., roh beliau telah diangkat ke Syurga seterusnya menganggotainya bersama-sama dengan penghuni-penghuni salih yang lain di Syurga yang sudah punmeninggal dunia.

Oleh yang demikian, Tuhan sudah pun memenuhi semua janji-janjiNya kepada `Isa a.s. Tuhantelah mendengarkan doa `Isa itu, beliau telah diwafatkan dengan kebenaran Tuhan, kemudian selepas kematiannya, `Isa al-Masih diangkat masuk ke dalam hadhirat Allah, dan seterusnya diberikemenangan ke atas musuh-musuhNya, serta murid-murid al-Masih `Isa sentiasa diberi kemenangan diatas musuh-musuh mereka dan para ahli kafirun!

Maksudnya Tawaffa

Kamus-kamus Bahasa Arab menerangkan bahawa tawaffa Allahu-fulan-an, yaitu Tuhan telah melakukan tawaffa keatas seseorang .., bererti bahwa Allah telah mengambil nyawa (Roh) seseorang itu dan telah mematikan orang itu.

Demikianlah maksudnya telah yang di berikan di dalam Taj l-‘urus, Al-Qamus, Surah dan Asas al-Balaghah, serta Al-Sihah dan Kullyat Abi-l-Baqa.

Dari ayat-ayat di atas (QS 5/117), Hazrat `Isa telah bercakap mengenai dua waktu yang tertentu lagi berlainan. Waktu yang pertama disebutnya dalam ungkapan “Selama aku berada bersama-sama dengan mereka“.

Dan waktu yang keduanya apabila “(Hanya) Engkaulah (yang) mengawas mereka.” “Mereka” itu adalah murid-murid dan pengikut-pengikut `Isa -yakni umat Kristian. Waktu yang pertama (apabila al-Masih `Isa berada bersama-sama umatnya) telah beralih dan bertukar menjadi waktu yang kedua (apabila hanya Allah swt mengawasi murid-murid `Isa a.s.) setelah terjadinya tawaffaitani atau `Isa telah diwafatkan (dimatikan) dengan kebenaran Tuhan.

IV. Sumber-sumber daripada Hadith-hadith Sahih

Sekarang, marilah kita mengkaji hadith-hadith yang dilapurkan mengenai Nabi Muhammad (saw).
Beliaulah pengantara serta pentafsir yang paling utama bagi wahyu-wahyu dalam al-Quran. Setelah mengkaji ulasan-ulasan Nabi sendiri, kita bolehlah membuat kesimpulan yang paling muktamad tanpa apa-apa kemusykilan lagi! Lagi pun setiap umat Islam haruslah menunduk dan menerima kesimpulan yang muktamad ini.

(i) Hadith yang Pertama : Maksudnya Tawaffa.

Ibni Abbastelah membuat lapuran bahawa Nabi Agung pernah berkhutbah:

“Wahai umatku! Kamu akan semua dikumpul menghadapi Tuhanmu (pada hari Qiyamat)…dan ada diantara kalangan kamu yang akan diheret ke neraka. Saya akan berkata:

‘Ya Allah, mereka ini adalah umatku’. Maka jawapanNya akan berbunyi: ‘Kamu tidak mengetahui perbuatan-perbuatan mereka selepas permergian kamu’. Kemudian saya akan menjawab seperti hamba Tuhan yang salih itu (yaitu `Isa), ‘Aku menjadi saksi atas mereka, selama aku hidup bersama mereka.(Tetapi) tatkala Engkau mewafatkan aku (tawaffaitani), Engkaulah mengawas mereka. Engkau menjadi saksi atas tiap-tiap satu.'”

(al-Bukhari, Kitab al-Tafsir, bahagian Surah Ma’idah)

Kata-kata terakhir Rasulullah ini (‘Aku menjadi saksi atas mereka…’) dipetik daripada al-Quran, Surah 5 ayat 117, di mana al-Masih `Isa dipetik sebagai menjawab dengan kata-kata sedemikian rupa pada hari Qiyamat. Semua umat Islam mempersetujui bahawa bila kata-kata tersebut telah dipakai oleh Rasulullah sendiri dalam lapuran Hadith ini, maksud tawaffaitani di sini adalah “Engkau telah mewafatkan aku.”Jadi, ungkapan ini semestinya membawa maksud yang sama apabila telah digunakan oleh `Isa, yakni; ini bermaksud yang `Isa itu telah diambil daripada umatnya melalui kematian beliau, tidak pula dengan diangkat ke Syurga secara hidup-hidup.

(ii) Hadith yang Kedua : Semua Nabi-nabi kena Wafat (Mati)
Semasa Nabi sakit tenat, serta sebelum kewafatannya dia telah memasuki masjid dengan ditunjang oleh dua orang penolongnya dan telah memberi khutbahnya seperti berikut :

“Wahai Umatku! Telah saya mendengar yang kamu semua takut akan kewafatan Nabi-mu. Adakah mana-mana Nabi sebelum saya yang masih belum lagi mati ? Patutkah saya diharapkan untuk hidup selama-lamanya di antara kamu? Dengarlah! Sedikit masa lagi saya akan bersama-sama dengan Tuhan saya…Jadi, saya memohon supaya kamusemua melayani para muhajir yang akan datang dengan eloknya.”

(Al-anwar ul-Muhammadiyya min al-Muwahib al-Ladinya, Mesir, m.s. 317)

Hadith ini mengesahkan maksud tiga ayat-ayat al-Quran yang berikut :

“Muhammad itu tidak lain, (dan) hanya seorang rasul (utusan), sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang rasul sebelumnya (yang sudah mati atau terbunuh).”

QS 3 ayat 144

“Bukanlah Kami jadikan manusia sebelum engkau yang kekal abadi…”

QS 21 ayat 34

dan

“…Dan bukan pula mereka (para Nabi-nabi) itu kekal abadi.”

QS 21 ayat 8.

Jika adanya mana-mana Rasul yang masih hidup atau belum lagi mengalami kematian, sudah tentu Rasullullah tidak akan menyebut kata-kata di atas. Jadi, kesimpulannya yang muktamad adalah: al-Masih `Isa sudah pun mengalami kewafatan beliau.

(iii) Hadith yang Ketiga : Perbincangan Rasullullah dengan rombongan Kristian dari Najran
“Apabila satu rombongan seramai enam-puluh orang umat Kristian dari Najran telah menziarahi Nabi Muhammad, Imam besar mereka berbincang dengannya tentang status`Isa serta siapakah ayahandanya. Rasul Tuhan telah menanyakan bahawa “Tidakkah seorang anak akan menyerupai bapanya?” Mereka menjawab: “Ya.” Kemudian dia menyatakan:A lastum ta‘lamuna anna rabbana la yamutu wa anna Isa ata ‘alaihi-l-fana’, yaitu “Tidakkah kamu tahu yang Tuhan kita kekal abadi tetapi al-Masih `Isa telah pun meninggal dunia ?

(Asbab an-nuzul, oleh Imam Abu-l-Hasan Ali ibn Ahmad al-Wahidi dari Neshapur, diterbit di Mesir, m.s. 53)

Begitu terang dan jelasnya Nabi Islam, Muhammad, sendiri telah pun memberi pengesahannya tentang hakikatnya kewafatannya Isa al-Masih itu! Jadi, kita seharusnya janganlah ragu-ragu lagi hakikat serta kebenaran peristiwa kewafatan `Isa, kerana pengesahan peristiwa ini datangnya dari mulut Nabi Islam sendiri!

Sekarang kita harus pula memberi perhatian kepada kata-kata `Isa al-Masih sendiri mengenai hal kematian baginda.

Adakah baginda menyatakan apa-apa yang menyentuh dengan kematiannya? Apa pula yang telah dinyatakannya berhubung dengan kewafatannya? Dari Injil kita dapat kata-katanya seperti berikut :

“Anak Manusia (yakni `Isa) tidak datang untuk dilayani; Dia datang untuk melayani orang serta menyerahkan nyawa nya sebagai tebusan untuk membebaskan ramai orang.”

Matius 20 ayat 28

“Anak Manusia (Dia) telah datang untuk melayani orang serta menyerahkan nyawanya sebagai tebusan untuk membebaskan banyak orang.”

Markus 10 ayat 45

Dari Injil Lukas kita dapat mengetahui bahawa :

“Isa memanggil dua belas orang pengikut-pengikutnya, lalu berkata kepada mereka, ‘Dengarlah! Kita sekarang menuju ke Baitul-Mukaddis. Di sana segala yang dinubuat oleh nabi-nabi tentang al-Masih akan berlaku. Diaakan diserahkan kepada orang bukan Yahudi, lalu mereka akan mempermainkan dia. Mereka akan menyesah dan membunuh dia;tetapi pada hari ketiga dia akan bangkit semula.'”

Lukas 18 : 31 – 33

Ini merupakan kali yang ketiga al-Masih `Isa menyatakan tentang mewafatan baginda kepada para hawariyun, yaitu murid-murid beliau.Juga daripada nas-nas yang lain, `Isa telah mengesahkan dirinya sebagai satu-satunya Al-Masih yang telah dijanjikan Tuhan kepada murid-muridnya. Sebaik sahaja dia telah memberi pengesahan serta penjelasannya itu kepada murid-muridnya, dia menyatakan sambil menubuatkan tentang kematiannya.

Setelah mendengari hakikat itu; Petrus, yakni hawariyun yangakrab serta rapat dengan al-Masih, telah cuba menghalang al-Masih `Isa daripada memenuhi nubuatnya itu. Yakni, Petrus ingin menjauhi ‘Isa daripada mengalami kewafatan baginda! Apakah reaksi al-Masih ‘Isa kepada perbuatan Petrus itu? Lalu `Isa telah meneguri muridnya Petrus dengan setegas-tegasnya sekali!  `Isa al-Masih tidak ingin Petrus itu menjadi satu batu penghalang dan penggugat kepada misi al-Masih di dunia ini, yaitu untuk menyerahkan jiwanya sebagai satu-satunya tebusan bagi segala umat manusia.(Rujukan Injil: Matius 16:21-28, Markus 8:1-9:1, Lukas 9:22-27).

Kenapakah semua umat manusia di dunia ini mengalami maut? Bagaimanakah kewafatan al-Masih `Isa pula menjadi satu tebusan bagi segala umat manusia? Marilah kita memperhatikan penjelasan daripada Injil tentang penyelesaian yang telah datang melalui al-Masih `Isa sendiri.

Maut atau kematian itu adalah satu pengalaman sejagat setiap insan di dunia ini! Tidak ada seorang pun yang dapat lari daripada hakikat kematian itu. Injil menjelaskan bahawa :
Maut atau kematian itu adalah akibat dan upah daripada dosa-dosa kita semua.” (Roma 6:23).

Oleh kerana wujudnya dosa di dalam setiap manusia itu, maka setiap manusia akan mengalami maut akibat daripada kesan dosa itu dalam kehidupannya (Roma 5 :12). Akan tetapi, al-Masih Isa itu tidak dicemari dosa walhal beliau adalah suci-murni belaka.
Injil, Al-Quran, dan juga Hadis naik saksi kepada hakikat kesucian `Isa al-Masih. Justru itu, dia tidak seharusnya mengalami maut atau kematian kerana tidak ada apa-apa kesan dosa baginya! Demi hakikat itulah al-Masih `Isa layak menjadi tebusan bagi segala mereka yang sudah tercemar dan tercela oleh dosa dalam hidup mereka. Al-Masih yang tidak berdosa itu pula tidak akan mengalami maut kerana dosa tidak membawa apa-apa akibat dan kesan keatas beliau. Tetapi al-Masih `Isa telah memutus dan memilih untuk mengalami kematian itu, BUKAN demi dosa-dosanya -kerana kesucian `Isa sudah pun terbukti. Al-Masih Isa telah mengalami kewafatan bagi pihak umat manusia sejagat yang di bawah hukuman maut bagi dosa mereka.

Oleh kerana itu, hukuman maut yang dijatuhkan diatas manusia itu sekarang sudah pun dipenuhi dan sudah pun dijalani dengan lengkap lagi secukup-cukupnya oleh Isa al-Masih yang tidak berdosa itu. Justru itu, hukuman maut itu sudah pun diketepikan oleh Tuhan, lalu Tuhan sudah pun membuka satu-satunya jalan untuk manusia mengalami pembenaran dengan-Nya. Inilah hasilnya korban tebusan yang telah disempurnakan oleh ‘Isa Al-Masih  seperti yang dijanjikannya. Seperti firman di dalam nas Injil yang berikut:

“Hanya melalui al-Masih Isa-lah dapat manusia diselamatkan, kerana diseluruh dunia tiada orang lain yang mendapat kekuasaan daripada Allah untuk menyelamatkan kita.”

Kisah Rasul-rasul 4:12

Sebelum sahaja al-Masih `Isa ibnu Maryam telah mengalami kewafatan baginda, dia telah mengucap seperti berikut :

“Hati-ku gelisah. Apa yang akan aku katakan? Haruskah aku berkata, ‘Bapa, jauhkanlah aku daripada saat penderitaan ini’? TIDAK! Aku telah datang justru untuk mengalami saat penderitaan ini. Ya Bapa, tunjukkanlah kemuliaanMu!” Kemudian terdengar suara dari langit berkata, “Aku sudah menujukkan kemuliaan-Ku dan Aku akan menunjukkannya sekali lagi.”
Orang ramai di situ mendengar suara itu. Mereka berkata, “Guruh!” Tetapi ada juga yang berkata, “Bukan! Malaikat berkata-kata kepada-nya!”
Tetapi ‘Isa berkata kepada mereka, “Suara itu terdengar bukan untuk kepentingan-ku, tetapi untuk kepentingan kamu. Tibalah saatnya dunia dihakimi; sekarang penguasa dunia ini digulingkan. Apabila aku ditinggikan di atas bumi, Aku akan memimpin semua orang kepada-ku.” Dengan kata-katanya ini, `Isa menunjukkan cara dia akan wafat.

Yahya 12 : 27 – 33

Dengan kewafatannya, ‘Isa telah menjalani hukuman maut dengan sepenuh-penuhnya serta baginda telah menepati tuntutan-tuntutan hukum-hukum Tuhan yang terbesar dan terpenting sekali. Demi kewafatannya dalam keadaan yang suci dan mulia, baginda telah layak menjadi korban tebusan yang sempurna bagi pihak manusia yang lain telah dicemari dosa. Oleh itu, didalam Injil ada tercatit kata-kata al-Masih `Isa seperti:
“Akulah jalan, akulah kebenaran dan akulah kehidupan. Tiada seorang pun dapat datang kepada Bapa (yaitu Allah) kecuali melalui Aku (`Isa).”

Yahya 14 : 6

Dengan ini, jalan kembali kepada Allah Ta’ala sudah pun dibuka semula dan untuk selama-lamanya! Di dalam Surah 37 ayat 100-107 pula kita pelajari tentang anak Nabi
Ibrahim a.s. yang hampir-hampir disembelihkan oleh bapanya demi perintah Allah. Pada saat-saat yang terakhir, Allah telah menghantarkan seekor kibas (domba besar) kepadanya
sebagai pengganti sembelihan anaknya, serta Nabi Ibrahim diperkenankan Allah kerana iman dan taat setia baginda! Allah telah memberi satu korban tebusan menggantikan anaknya supaya dia hidup lagi! Sesungguhnya Surah 37 ayat 107 menyatakan bahwa anak nabi Ibrahim ditebuskan oleh Tuhan dengan ‘satu (korban) sembelihan yang besar (fidia).’ Korban
sembelihan inilah satu-satunya ibarat bagi ‘Isa al-Masih yang akan datang dalam berabad-abad lagi. Anak Ibrahim yang terlepas dari sembelihan itu ibarat bagaikan kita semua yang berdosa dan akan menghadapi maut. Sesungguhnya kita semua; sama seperti anak Ibrahim itu, sudah pun ditebusi ‘sembelihan’ kita itu oleh satu ‘fid’ia’, yakni satu domba besar yang kini diterima oleh Allah sebagai pengganti sembelihan yang sempurna serta diperkenankan-Nya.

Tidak heranlah al-Masih Isa ibnu Maryam digelar oleh Nabi Yahya a.s. sebagai ‘Domba Allah’ yang datang sebagai tebusan dosa seluruh dunia (Yahya 1 ayat 29). Semestinya Yahya a.s. telah mengimbas kembali peristiwa berabad-abad dahulu yang dialami oleh Ibrahim a.s. Peristiwa itu menjadi baginya satu ibarat bagi misi al-Masih ‘Isa muncul di dunia ini!
Pada Hari Kiamat pula, Domba Allah akan berkuasa dan layak untuk menghakimi dunia ini. Dalam buku Wahyu bab 5 dan 6 ada tercatit pelaksanaan penghakiman itu yang akan dilakukan oleh Domba Allah, yakni ‘Isa al-Masih.

Semua ini dipersetujui Al-Quran dalam Surah Al-Imran 3:45, Surah Az-Zukhruf :61,63-“Sesungguhnya ‘Isa itu memberitahukan Hari Kiamat, sebab itu janganlah kamu ragu-ragu tentang itu…”, juga Surah an-Nisaak 4 ay.159 dan juga Hadis-hadis sohih al-Bukhari dan Muslim : “Sesungguhnya akan turun kepadamu ‘ISA ibnu Maryam menjadi Hakim yang adil” (H.Bukhari 1090, H.S.Muslim Jilid 1 hal.74), serta “Tidak ada Imam MAHDI selain ‘Isa Putera Maryam” (H.Ibnu Majah).

Jadi kesimpulannya ialah, kewafatan ‘Isa al-Masih ibnu Maryam dua ribu tahun dahulu sudah pun di tentukan hakikatnya serta disahkan oleh kata-kata Nabi, hemat dan pentafsiran alim-ulamak yang waraq seperti Imam Sheikh Shaltut dari Al-Azhar, serta imam-imam utama dari negeri-negeri Islam yang lain, juga oleh Hadis-hadis yang sahih serta kenyataan-kenyataan dari mulut Nabi Muhammad sendiri. Kita seharusnya menolak cerita yang dipelopori sesetengah pihak yang kononnya sahabat ‘Isa telah ditukarkan wajahnya itu mirip wajah ‘Isa al-Masih lalu disalibkan, sementara ‘Isa dengan jasadnya telah diangkat hidup-hidup ke Syurga! Cerita ini berlandaskan kepada teori yang tidak berasas serta dongeng-dongeng pembidaah yang karut. Lebih lebih lagi hujah ini bertentangan bulat-bulat dengan tafsiran dan keterangan yang diberi oleh alim ulamak diatas serta Fatwa yang dikeluarkan Imam Shaltut dari Al-Azhar yaitu :
“Tidak terdapat alasan (autoriti) berasaskan kepada al-Quran atau pun Sunnah yang boleh membenarkan  kepercayaan  bahawa ‘Isa telah diangkat ke Syurga dengan jasadnya dan beliau masih hidup disana…  Ayat-ayat al-Quran dalam nas tersebut (QS.4/157) menunjukkan bahawa Tuhan telah menjanjikan ‘Isa bahawa beliau akan diwafatkan pada waktu yang ditetapkan, kemudian dimuliakan (diangkatkan) kepada   hadhirat Allah (swt) sendiri dan seterusnya dilindungi daripada musuh-musuhnya. Janji-janji ini sudah pun termakbul dan ditepati-Nya, Tuhan telah pun mewafatkan beliau dan seterusnya memuliakannya ke dalam hadirat Allahs.w.t.”  (op cit.)Apakah lagi bila kita mengkaji secara ikhlas dan mendalam, kesaksian yang dibawa oleh Nabi Islam, Muhammad sendiri mengenai kenyataan-kenyataan beliau yang menyentuh hakikat kewafatan al-Masih ‘Isa ibnu Maryam dari hadis-hadis diatas.

Rujukan Hadis yang pertama dan kedua :  yaitu Nabi Muhammad telah merujuk kepada kewafatannya sendiri dengan memakai ungkapan falamma tawaffaitani.Al-Quran telah menggunakan perkataan yang sama bila merujuk kepada kewafatan ‘Isa al-Masih, jadi sudah jelaslah buktinya yang ‘Isa sendiri sudah pun mengalami mautnya yakni
kewafatannya.

Rujukan Hadis yang ketiga : perbincangan Nabi dengan rombongan Kristian dari Najran sudah pun membuktikan bahawa Nabi Muhammad juga memegang kepada hakikat bahawa al-Masih ‘Isa itu sudah pun wafat.
Keterangan-keterangan diatas ini semuanya menyetujui akan kebenaran dan hakikat sejarah yang semua ahlisejarawan serta para pengkaji sejarah Dunia dahulu mahupun sekarang tidak dapat menafikan oleh kerana wujudnya bukti-bukti serta dalil-dalil yang cukup jelas lagi muktamad : yaitu ‘Isa al-Masih hidup sambil melakukan mukjizat-mukjizatnya yang ajaibdanmengkagumi, dan tiga tahun selepas pelayanannya beliau sudah pun mengalami kematian atau kewafatannya ditangan orang-orang Roma. Dengan peristiwa itu baginda telah melaksanakan misinya, yakni dengan melayani ramai orang serta menyerahkan nyawa nyasebagai tebusan untuk membebaskan ramai orang, dengan sempurnanya. ( Sumber : http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/wafatnya2_al.html )

Ini pandangan Kristen mengenai hal ini ;

Kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus, dimana disaksikan oleh murid-murid-Nya, YesusKristus terangkat naik ke langit dan kemudian hilang dari pandangan setelah tertutup awan, seperti yang dicatat dalam bagian Perjanjian Baru di AlkitabKristen.

Kitab Kisah Para Rasul mencatat lebih detail mengenai percakapan antara Yesus dan murid-murid-Nya menjelang kenaikan-Nya.[1] Para murid Yesus digambarkan masih belum memahami benar arti seluruh peristiwa yang mereka alami. Banyak dari mereka yang masih berharap bahwa Yesus akan memulihkan kerajaan Daud yang runtuh sejak dikalahkan oleh Kerajaan Babel.[2] Tetapi Yesus mempunyai misi lain yang bukan dari dunia. Ia berpesan kepada murid-muridnya: “… kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”[3] Dan sesudah meninggalkan pesan itu, dicatat bahwa Yesus terangkat ke sorga, sambil disaksikan oleh murid-muridnya. Peristiwa itu membuat mereka tercengang. Namun dua malaikat Tuhan menampakkan diri dan mengingatkan mereka akan pesan yang telah diberikan Yesus kepada mereka.

Latar Belakang

Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya pada hari Minggu, tiga hari sesudah kematian-Nya di atas kayu salib, Yesus menunjukkan diri-Nya kepada para murid, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Yesus berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.[4]

Percakapan terakhir sebelum kenaikan

  • Pada hari kenaikan-Nya, ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang–demikian kata-Nya–“telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”[5]
  • Percakapan ini rupanya berlanjut sambil berjalan ke luar kota Yerusalem ke arah Betania di sebelah timur.[6]
  • Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?”[2]
  • Jawab Yesus: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” [7]

Peristiwa Kenaikan

Injil Markus, Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul mencatat peristiwa ini. Injil Matius dan Injil Yohanes tidak menyebutkan secara jelas.

  • Markus mencatat bahwa sesudah Tuhan Yesus menyampaikan pesan-pesan terakhir kepada murid-murid-Nya, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.(Markus 16:19)
  • Lukas mencatat: Yesus membawa mereka ke luar kota Yerusalem sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.(Lukas 24:50-52)
  • Kisah Para Rasul mencatat: Sesudah Yesus mengatakan kata-kata terakhirnya, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”[8]

Lokasi Kenaikan

  • Di luar kota Yerusalem, dekat Betania,[9] di bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya “seperjalanan Sabat” jauhnya dari Yerusalem.[10] “Seperjalanan Sabat” itu berjarak kira-kira 2000 langkah atau sekitar 1,5 km (1 mil).
  • Jelas kenaikan ini bukan di dalam kota Betania, yang jauhnya dua kali seperjalanan Sabat dari Yerusalem. Kota ini terletak di sebelah timur Bukit Zaitun, kira-kira 3 kilometer (2 mil) di timur Yerusalem. Bukit Zaitun (bahasa Inggris: Mount Olivet atau Mount Olive) terdiri dari 3 puncak yang memanjang sekitar 2 kilometer (1,5 mil).
  • Gereja “Church of the Holy Ascension” pernah didirikan di sana, sebelum direbut oleh Saladin tahun 1187 dan diubah menjadi mesjid sampai sekarang. Tidak ada kepastian bahwa ini adalah tempat kenaikan Yesus.

Kelanjutan bagi murid-murid Yesus

  • Injil Markus mencatat secara garis besar bahwa sesudah itu pergilah murid-murid Yesus memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.[11]
  • Injil Lukas mencatat bahwa segera setelah pulang ke Yerusalem dengan sukacita, para murid senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah. Catatan kecil ini menjadi penghubung ke Kisah Para Rasul yang juga ditulis oleh Lukas.
  • Kisah Para Rasul mencatat bahwa rasul-rasul itu kembali ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah menunggu 10 hari di Yerusalem, para murid mengalami pencurahan Roh Kudus pada hari raya Shavuot atau Pentakosta, dan kemudian mereka mulai memberitakan Injil ke seluruh dunia. Jadi pada akhirnya sama dengan catatan dalam Injil Markus.

Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus

Hari raya Kenaikan Yesus Kristus atau Kenaikan Isa Almasih (Mikraj Isa Almasih) adalah namahari raya umat Kristen untuk memperingati kenaikan Yesus ke sorga. Perayaan berpindah ini selalu jatuh pada hariKamis, 40 hari setelah hari raya Paskah, 10 hari sebelum hari raya Pentakosta. ( Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kenaikan_Yesus_Kristus )

Advertisement
tags: , , ,

Related For Liburan Wafat Isa Al Masih di Hotel Ciwidey

Comment For Liburan Wafat Isa Al Masih di Hotel Ciwidey

Booking Hotel Ciwidey Di Sini !!!

picasion.com gif maker

PAKET WISATA CIWIDEY MURAH !

picasion.com gif maker

Booking MS Hotel Ciwidey Di Sini !!!

picasion.com gif maker

Beli Tiket Kawah Putih Ciwidey Di Sini !!!

picasion.com gif maker

Bandrek Abah Online

RSS Hotel Ciwidey Goal

  • 6 of the Best Beaches in Italy
    In Italy, beaches come with historic towns, tasty seafood, and fascinating backstories. While many locals flock to the sea in July and August, the preceding months of spring and early summer can still allow for some quiet exploring, swimming, and sunbathing. There are stunning beaches up and down both the Mediterranean and Adriatic coasts, in […]
  • The Best Day Trips from Rio de Janeiro (Plus, a Few Long Weekend Jaunts)
    With its unrivaled beach scene, stunning mountain landscape, funk and samba sounds, diverse nightlife, and amazing cultural offerings, you might think there's little reason to leave Rio de Janeiro. And while the city itself could easily take up a week of time (or more), there's a lot more to explore within a relatively quick jaunt […]
  • The Most Amazing Waterfalls in Hawaii
    Here's a fact: New York may have Niagara Falls, but as the rainiest state in the U.S., Hawaii wins the prize as having more spectacular waterfalls than anywhere else in the country. There are stunners that span hundreds of feet and can be heard from a distance as they crash into pools below, and others […]