Home » Hotel » KONSEP NILAI PELANGGAN HOTEL CIWIDEY

KONSEP NILAI PELANGGAN HOTEL CIWIDEY

Jumat, Oktober 25th 2013. | Hotel, Hotel Ciwidey, Hotel di Ciwidey

KONSEP NILAI PELANGGAN HOTEL CIWIDEY

Konsep Nilai Pelanggan Hotel Ciwidey, Value Chain marketing yaitu suatu pendekatan yang menghubungkan proses pemasaran dengan nilai pemegang saham, nilai pelanggan, serta nilai karyawan. Nilai pemegang saham lebih bersifat terukur, lebih mudah difahami oleh para investor serta dipakai sebagai ukuran finansial.

Nilai pemegang saham ini akan tercapai apabila perusahaan memiliki nilai pelanggan superior melalui keunggulan bersaing yang dapat dicapai melalui tiga tahapan utama yaitu value exploration, value creation, dan value delivery. Semuanya ini harus didukung oleh nilai karyawan. Value exploration merupakan pemahaman terhadap nilai pemegang saham, nilai pelanggan, serta nilai stockholders yang diwakili oleh pihak karyawan. Pemahaman yang baik terhadap tiga komponen nilai ini akan berpengaruh terhadap value creation.

Terima kasih kepada pelanggan hotel ciwidey yang telah melakukan booking hotel ciwidey secara online kepada kami, hubungi kami di HP 081323739973 jika Anda ingin mendapatkan hotel ciwidey murah atau penginapan ciwidey, villa ciwidey, resort ciwidey.

Pemegang saham memberikan kontribusi kepada perusahaan dalam bentuk peramalan keuangan, modal, dan umpan balik sehingga akan tercermin di dalam harga saham di bursa, pertumbuhan laba, rasio keuangan, majemen perusahaan, informasi tentang urusan perusahaan serta kemauan baik dari perusahaan. Pelanggan memberikan kontribusinya dalam bentuk uang, dorongan dan kompetisi, umpan balik, serta spesifikasi desain.

Dalam hal nilai yang diberikan tidak cukup secara fungsional saja akan tetapi juga secara emosional. Nilai tersebut hanya akan sampai pada para pelanggan melalui sumber daya yang berada dalam organisasi yaitu para karyawan. Kontribusi dari para karyawan dapat berupa tenaga, layanan, keahlian, ide dan inovasi, serta budaya yang ada di perusahaan. Value delivery ini merupakan pemberian nilai tambah pada tiap tahapan dalam aliran nilai sesuai dengan proposisi nilai yang dijanjikan serta melalui berbagai proses secara kontinyu dan didasarkan kepada budaya yang customer centric (A.B Susanto 2004:8).

KONSEP NILAI PELANGGAN HOTEL CIWIDEY

KONSEP NILAI PELANGGAN HOTEL CIWIDEY

Dengan demikian value chain marketing mengintegrasika dan mengkoordinasikan semua fungsi bisnis, memenuhi kebutuhan pelanggan dan tetap menjaga hubungan antara para pelanggan dengan memberikan pelayanan yang superior sehingga diperoleh customer equity yang tinggi (A.B Susanto 2004:4).

Menurut Faisal (2005), keseluruhan rantai nilai itu dinamakan Manajemen Hubungan Nilai (Relationship Value Management) yang terdiri dari unsur-unsur external stakeholders value yaitu stareholders, other influence markets, supplier and alliance markets, customer value yang terbagi menjadi customers markets dan refferal markets, serta employee value yang terdiri dari internal markets dan recruitments markets.

Value yang berasal dari eksternal stakesholders, customer dan employee ini akan membentuk total value process yang terbagi ke dalam tahapan value determination, value creation, value delivery serta value assessment. Total value proces ini akan membentuk suatu value proposition yang berkesinambungan sehingga akan menghasilkan superior customer value yang akan meningkatkan manfaat dan juga profit.

Perhatian konsumen dan pemasar terhadap konsep nilai meningkat dan nilai itu sendiri dianggap sebagai sumber dari keunggulan dalam bersaing di masa yang akan datang. Saat ini nilai pelanggan sangatlah berpengaruh terhadap suatu bisnis dalam pencapaian tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Suatu bisnis yang menciptakan nilai terhadap para pelanggan diharapkan akan menghasilkan kinerja keuangan yang lebih baik.

Sehubungan dengan itu, Hanny (2004:11-18) merangkum hasil-hasil penelitian mengenai nilai dengan menyatakan bahwa penyampaian nilai superior kepada pelanggan akan mempengaruhi keinginan untuk membeli dan retensi pelanggan, yang secara konsekuen akan meningkatkan kinerja keuangan dari bisnis tersebut. Holbrook (1999:5) mendefinisikan nilai pelanggan sebagai pengalaman preferensi yang relaktif dan interaktif.

KONSEP NILAI PELANGGAN HOTEL CIWIDEY

Menurut Zeithaml (1998) nilai pelanggan bisa diidentifikasikan ke dalam empat arti yang berbeda yaitu (1) nilai adalah harga murah (2) nilai adalah apapun yang diinginkan seseorang dari suatu produk (3) nilai adalah kualitas yang diterima konsumen dari apa yang telah ia bayarkan dan (4) nilai adalah apa yang konsumen dapatkan sebagai imbalan atas apa yang telah mereka berikan. Sehingga menurut Flint, Woodruff et al (1997) nilai bisa diklasifikasikan sebagai nilai, nilai yang diinginkan (desire value), dan nilai pertimbangan (judgement value).

Wahyuningsih (2004:3-10) juga merangkum hasil-hasil penelitian mengenai nilai dengan menyatakan bahwa nilai pelanggan dalam literatur pemasaran secara umum didefinisikan dari perspektif pelanggan (Patterson and Spreng 1997).

Bolton and Drew (1991) berpendapat bahwa mendefinisikan nilai sebagai fungsi kualitas tidaklah cukup. Monroe (1990) dan Gale (1994) menyatakan bahwa kualitas produk atau jasa dianggap sebagai manfaat utama pelanggan, tetapi bagaimanapun juga manfaat yang diterima dinyatakan sebagai suatu dinyatakan sebagai suatu kombinasi dari atribut fisik, atribut jasa , dukungan teknis, kompetensi, posisi pasar, dan penghargaan sosial.

Di lain pihak, pengorbanan diidentifikasikan dengan berbagai macam interpretasi, dinyatakan sebagai total biaya atau dimensi lain yang lebih luas. Van der Hear (2001) menyatakan bahwa pengorbanan yang diterima meliputi aspek tangible dan intangible.

Dalam hal ini total biaya, pengorbanan yang dikeluarkan adalah seluruh biaya yang dihadapi para pembeli dalam melakukan pembelian, seperti harga, biaya akuisisi, transportasi instalasi, penanganan pesanan, perbaikan dan pemeliharaan (Ravald and Gronroos, 1996). Bahkan Christopher (1996) menambahkan biaya persediaan dan carrying, biaya perbaikan, running cost, biaya pembuangan, ke dalam total biaya.

Pengorbanan yang dikeluarkan harus juga memasukkan faktor non moneter seperti waktu dan usaha (Treacy and Wiersema 1993) dan resiko kegagalan atau kinerja yang buruk (Ravald and Gronroos, 1996). Sementara itu, Sheth et al (1991) berpendapat bahwa yang termasuk dalam komponen biaya adalah moneter, waktu, resiko, manusia, dan energi.

Menurut Payne dan Holt (2000:4) terdapat 4 faktor yang mempengaruhi nilai pemasaran yaitu consumer values dan consumer value yang diteliti pada tahun 1970-an dan 1980-an oleh Gutman (1982) di mana value adalah pertimbangan prefensial sedangkan values menunjukkan kriteria yang digunakan dalam pertimbangan tersebut (Holbrook: 1994). Menurut Rokeach (1973) values adalah nilai-nilai yang tertanam pada diri seseorang sedangkan value adalah suatu preferensi yaitu hasil dari pertukaran (misalnya antara manfaat dengan pengorbanan) dan suatu interaksi (misalnya antara pelanggan dengan sebuah produk atau jasa). Augmented product concept dilihat dari sisi pembeli adalah suatu janji, harapan nilai di mana bagian intangible dan tangible ada dalam satu kesatuan. Di sini konsep nilai untuk pelanggan di pandang sebagai bagian yang menyatu dengan suatu produk atau jasa (Levitt 1981 Christopher, Payne, Ballantyne 1991).

Model yang dikembangkan oleh Parasuraman, Zeithaml, serta Berry (1985), mengenai customer satisfaction and service quality berhubungan dengan output nilai seperti pengukuran dan evaluasi dari reaksi pelanggan setelah pembelian atau penyampaian layanan. Hal ini berdampak pada pemahaman mengenai apa itu nilai pelanggan dinilai dari atribut produk atau jasa. The value chain dibangun oleh Porter (1985) sebagai media dalam mengidentifikasi bagaimana nilai diciptakan dalam suatu organisasi.

Faktor yang mempengaruhi nilai pemasaran itu memberikan pandangan mengenai nilai pemasaran itu sendiri dewasa ini yaitu dalam hal penciptaan dan penyampaian nilai pelanggan yang superior yang saat ini dikenal sebagai aktivitas kunci dari keunggulan bersaing (Day 1990). Saat ini pandangan terhadap nilai pelanggan merupakan penciptaan dari nilai pelanggan dan penyampaian yang superior. Hal ini berhubungan dengan orientasi perusahaan yang berubah menjadi fokus kepada pasar dan pelanggan.

Value of the customer berhubungan dengan nilai dilihat dari segi profit yang dihasilkan oleh customer lifetime value termasuk peningkatan profit yang didapat dari referensi pelanggan (Reicheld dan Sasser 1990). Yang terakhir adalah customer perceived value yaitu persepsi pelanggan terhadap nilai di mana perusahaan harus mempertimbangkan nilai dalam mengembangkan produk dan jasanya sehingga sesuai dengan apa yang diharapkan pelanggan, Konsep Nilai Pelanggan Hotel Ciwidey.

Advertisement
tags: ,

Related For KONSEP NILAI PELANGGAN HOTEL CIWIDEY

Comment For KONSEP NILAI PELANGGAN HOTEL CIWIDEY

Booking Hotel Ciwidey Di Sini !!!

picasion.com gif maker

PAKET WISATA CIWIDEY MURAH !

picasion.com gif maker

Booking MS Hotel Ciwidey Di Sini !!!

picasion.com gif maker

Beli Tiket Kawah Putih Ciwidey Di Sini !!!

picasion.com gif maker

Bandrek Abah Online

RSS Hotel Ciwidey Goal

  • 9 Things Every Traveler Should Do Before Leaving Their Hotel Room
    We've already filled you in on the things you should never do at hotel checkout, but the smartest travelers have a mental to-do list before they even leave the room and head down to the reception desk. Leaving a hotel room (especially a nice suite) can be a letdown. It officially means that vacation is […]
  • The Ultimate NYC Bucket List
    New York City itself is a bucket-list destination. But simply arriving at J.F.K. (or visiting Times Square) isn't enough to check the city off your list. To make your Big Apple trip truly bucket-list worthy, you're going to have to get out of your comfort zone to experience some of the best dining, shopping, culture, […]
  • How to Spend Three Perfect Days in Yellowstone National Park
    The United States is home to more than 50 national parks, and Yellowstone National Park is a favorite for many. Established in 1872 as the world’s first national park (44 years before the National Park Service was created), Yellowstone shelters hundreds of wildlife species, including bison, moose, elk, wolves, and bears. The park also boasts […]