Home » Hotel Ciwidey » Hotel Ciwidey Turut Berbelasungkawa

Hotel Ciwidey Turut Berbelasungkawa

Minggu, Januari 19th 2014. | Hotel Ciwidey

Hotel Ciwidey Turut Berbelasungkawa

Hotel Ciwidey turut berbelasungkawa terhadap kejadian saat ini dimana bangsa Indonesia di kota besar seperti Jakarta, Manado saat ini sedang dilanda bencana banjir yang besar, disetiap daerah yang terdapat di Kota Jakarta dilaporkan terkena banjir, baik mari kita baca informasi di bawah ini yang Saya kutip dari beberapa media online :

Banjir, Jakarta Barat Terancam Krisis Air Bersih

Oleh Taufiqurrohman
Posted: 19/01/2014 20:17
Liputan6.com, Jakarta : Bencana banjir yang merendam hampir seluruh wilayah Ibukota, ternyata juga merendam fasilitas produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Taman Kota, Jakarta Barat. Akibatnya, pasokan air bersih untuk warga di sejumlah wilayah Jakarta Barat terhenti.
“Saat ini, Palyja sedang berupaya melakukan solusi terbaik agar keadaan bisa kembali normal dalam waktu dekat,” kata Corporate Communications and Social Responsibilities Head PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) Meyritha Maryanie dalam pesan tertulis yang diterima Liputan6.comdi Jakarta, Minggu (19/1/2014).Adapun wilayah yang terkena dampak akibat berhentinya IPA Taman Kota, yakni Kembangan Utara, Rawa Buaya, Kedaung Kali Angke, Kapuk, Cengkareng Timur, Cengkareng Barat, Tegal Alur, Kamal, Kamal Muara, Pegadungan, dan Kalideres.

Meyritha menjelaskan, Palyja telah menyiagakan seluruh mobil tangki untuk mengantisipasi keadaan darurat. Mobil-mobil tangki itu untuk memasok kebutuhan air bersih di rumah sakit dan juga korban banjir di beberapa wilayah pelayanan Palyja. “Kami memohon maaf atas gangguan dan ketidaknyamanan yang terjadi,” tutur Meyritha.

Pelanggan Palyja yang mengalami gangguan dapat menghubungi call center di nomor telepon: (021) 29979999. Layanan ini tersedia 24 jam setiap harinya atau melalui email: palyja.care@palyja.co.id serta pelayanan SMS: 0816-725952 atau dengan mengunjungi website Palyja di www.palyja.co.id. (Eks/Ism)

Hotel Ciwidey Turut Berbelasungkawa

Banjir Jakarta: 7 Meninggal, 30.784 Jiwa Mengungsi

Posted: 19/01/2014 17:10
Liputan6.com, Jakarta : Banjir terus menggenangi beberapa wilayah di Jakarta, khususnya permukiman di bantaran sungai dan di bagian utara Jakarta. Data sementara tercatat lebih dari 30 ribu jiwa mengungsi. Sebanyak 48.263 jiwa (10.520 KK) terdampak langsung dari banjir.
Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) BPBD DKI Jakarta menyebut, sebanyak 30.784 jiwa tersebar di 140 titik pengungsian, Minggu (19/1/2014).”Daerah yang terendam banjir meliputi 564 RT, 349 RW, 74 kelurahan di 30 kecamatan. Korban meninggal dunia tercatat 7 orang,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. Berikut lokasi sebaran banjir di Jakarta:

1. Jakarta Timur:
– Tinggi banjir (20 cm – 3 m)
– Pengungsi 4.824 jiwa di 17 titik
– Meninggal 3 jiwa

2. Jakarta Selatan:
– Tinggi (10 cm – 2 m)
– Pengungsi 8.332 jiwa di 30 titik
– Meninggal 1 jiwa

3. Jakarta Pusat:
– Tinggi (5 cm – 1 m)
– Pengungsi 1.505 jiwa di 4 titik

4. Jakarta Barat:
– Tinggi (10 cm – 1,5 m)
– Pengungsi 8.314 jiwa di 49 titik
– Meninggal 1 orang

5. Jakarta Utara:
– Tinggi (5-120 cm)
– Pengungsi 7.809 jiwa di 40 titik.

Sutopo melanjutkan, penanganan banjir di Posko Bidara Cina Jakarta Timur (GOR Otista) terdiri dari pengungsi 477 KK atau sekitar 1.934 jiwa dari 2 kelurahan Bidara Cina dan Kampung Melayu. Jumlah itu terdiri dari orang dewasa 1.568 jiwa, balita 258 jiwa, lansia 80 jiwa, dan ibu hamil 28 jiwa.

Bantuan masih terus mengalir ke posko GOR Otista. Banyak personil yang terlibat dalam penanganan banjir di Posko Gor Otista seperti dari BNPB, TNI, Kemen PU, Dinsos, Tagana, Menwa, Pramuka dan relawan. Dinsos dibantu relawan pramuka, senkom masih terus mendistribusikan makanan kepada pengungsi.

Personil dari Kopassus masih melakukan evakuasi. Kebutuhan mendesak selimut dan tikar. Bencana banjir pada 17/1 hingga sekarang bukan hanya di Jakarta saja.

Banjir juga terjadi di beberapa kabupaten/kota seperti Tangerang, Kota Tangerang, Bekasi, Kota Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, Pemalang, Pekalongan, Batang, Semarang, Kudus, dan Pati. Di Jawa Barat banjir merendam 7 kabupaten/Kota. Ribuan rumah terendam banjir. (Ism)

Banjir Jakarta Hasilkan 6.000 Ton Sampah Per Hari

Minggu, 19 Januari 2014 | 12:41 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com– Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Ibu Kota beberapa hari terakhir menghasilkan sampah hingga 6.000 ton per hari. Data dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta mencatat, dari jumlah tersebut masih ada sampah berupa kasur, kursi, meja hingga lemari bekas milik masyarakat.Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Unu Nurdin mengatakan, jumlah sampah yang diangkut oleh petugasnya di lapangan ketika banjir cenderung meningkat di kala hujan. Sehari-harinya, jumlah sampah di Ibu Kota dapat mencapai 5.800 ton.

“Jumlah itu yang petugas kami angkut dari tempat pembuangan sampah masyarakat, pinggir jalan dan sejumlah pintu air yang ada di Jakarta. Jenisnya luar biasa, kursi, lemari sampai kasur,” ujarnya ketika dihubungi wartawan, Minggu (19/1/2014) pagi.

Unu mengungkapkan, sampah berupa barang-barang tersebut disebabkan karena banyaknya warga nakal yang memanfaatkan banjir untuk membuang alat-alat rumah tangga bekas mereka. Biasanya, lanjut Unu, mereka membuangnya di aliran sungai agar cepat mengalir serta tidak terlalu membebani warga tersebut.

Diakuinya, kesadaran masyarakat akan kebersihan, terutama yang tinggal di bantaran sungai, sangat rendah. Padahal, pihaknya melalui perangkat RT, RW, kelurahan dan kecamatan telah menyosialisasikan hidup bersih sejak lama. Kendati demikian, Unu juga mengakui bahwa untuk mewujudkan kesadaran kebersihan membutuhkan waktu lama.

“Harusnya perlahan-lahan masyarakat sadar bahwa kalau buang sampah itu jangan di kali dan sungai. Saya heran kenapa masih ada saja masyarakat yang membuang sampah di sana,” lanjut Unu.

Unu mengatakan, dirinya telah menginstruksikan optimalisasi truk sampah yang baru didatangkan Dinas Kebersihan DKI beberapa waktu lalu. Ia memerintahkan untuk langsung mengangkut sampah yang terlihat menumpuk, baik di pintu air atau tepi jalan.

Jumlah Korban Bencana Manado 86.331 Orang

Solopos.com, MANADO — Posko Tanggap Darurat Bencana Kota Manado, Sulawesi Utara, menyatakan pada hari ketiga pascabencana alam jumlah korban banjir dan tanah longsor sebanyak 80.331 orang dan enam meninggal dunia serta ribuan rumah rusak.

“Selain manusia, dua bangunan sekolah, dua masjid juga diterjang banjir, dan satu gereja dihantam tanah longsor,” kata penanggung jawab Posko Tanggap Darurat Bencana Manado Vicky Lumentut di Manado, Sabtu (18/1/2014). Masjid dan gereja yang dihantam oleh banjir dan tanah longsor tersebut, kata Vicky, berlokasi di Kecamatan Tuminting, sedangkan di wilayah lainnya belum dilaporkan ke posko bencana.

Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh para camat, lanjut dia, jumlah bangunan rumah yang hanyut akibat terjangan banjir juga mencapai 565 rumah yang berada di Kecamatan Sario 23 rumah, Singkil 143, Tikala 35, Paal Dua 88, dan Wanea 276. “Rumah yang rusak akibat tanah longsor tetap sebanyak 25 rumah, dan 121 jiwa dari 22 KK yang terkena bencana tersebut,” katanya.

Vicky memerinci di Wanea korban berjumlah 11.030 orang dari 3.506 KK dan 1.382 rumah rusak; di Paal Dua sebanyak 23.260 orang dari 5.489 KK dan 545 rumah rusak; di Tikala mencapai 12.360 orang, dari 4.363 KK dan 3.310 rumah rusak. Sedangkan di Kecamatan Malalayang, korban mencapai 1.701 orang dari 358 KK dan 323 rumah rusak. Di Mapanget korban 239 orang, dari 57 KK dan 60 rumah rusak, sementara itu di Singkil 20.899 orang, dengan jumlah KK 5.834 orang dan 2.453 rumah rusak.

“Lalu, di Kecamatan Bunaken Kepulauan ada tujuh korban jiwa dari dua KK dan dua rumah rusak; di Bunaken daratan tidak ada korban; Kecamatan Wenang tercatat 7.007 orang jadi korban, dari 2.287 KK dan 1.656 rumah rusak,” katanya. Di Kecamatan Tuminting ada 4.509 orang korban dari 1.535 KK dan 735 rumah rusak dan Sario ada 4.819 orang jadi korban dari 1.666 KK dan 377 rumah rusak.

Total korban mencapai 86.331 orang dari 23.423 KK dan 10.844 rumah rusak. Menurut dia, kemungkinan data tersebut masih bisa berubah. Kendati demikian, dia berharap tidak ada lagi tambahan korban jiwa.

Banjir Manado, Warga Keluhkan Lambatnya Penanganan Kebersihan

Jakarta – Hingga hari kelima pascabencana tanah longsor dan banjir bandang yang menerjang Kota Manado, Sulawesi Utara 15 Januari 2014 lalu, sebagian wilayah masih porak-poranda dan aktifitas warga belum berjalan normal.

Sisa banjir yang belum dibersihkan, seperti lumpur, puing-puing rumah rusak, pohon, dan sampah masih teronggok di sepanjang jalan utama kota, gang rumah warga, pasar, dan fasilitas umum lainnya.

Bantuan pemerintah untuk pembersihan ini dinilai terlalu lambat. Alhasil, masyarakat membersihkan secara swadaya dan gotong royong. Namun minimnya air dan peralatan untuk membersihkan menjadi kendala.

Adam Alkatri (41), warga Kelurahan Wawonasa, Kecamatan Singkil, Kota Manado, mengaku kekurangan air bersih dan alat penyedot hingga menyebabkan lumpur di rumahnya masih tergenang. Untuk membersihkan sampah dan lumpur, warga patungan untuk membeli penyedot air, lalu membersihkan secara bergantian.

“Kalau menunggu pemerintah yang rugi kami sendiri. Tetapi kalau hanya mengandalkan gotong royong warga pun tidak cukup, kami kekurangan air dan alat-alat,” katanya.

Menko Kesra Agung Laksono yang meninjau langsung bencana di Manado, sejak Sabtu hingga Minggu (19/1) hari ini memerintahkan pemerintah daerah setempat untuk mempercepat pembersihan wilayah yang terdampak bencana. Agung juga meminta bantuan penambahan personil TNI untuk membersihkan dan mengangkut tumpukan sampah dan puing yang masih berserakan di sepanjang jalan.

“Secepatnya ini dibersihkan. Semua aparat harus turun untuk membereskan ini agar tidak menimbulkan masalah baru, seperti penyakit diare dan lainnya,” kata Agung, yang didampingi Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, dan Gubernur Sulawesi Utara SH Sarundjang.

Agung mengatakan, sekitar 1.000 personil TNI telah dikerahkan untuk membantu penanggulangan bencana di Sulawei Utara. Namun, bantuan ini lebih banyak difokuskan kepada evakuasi korban, pembangunan infrastruktur, dan distribusi logistik. Pembangunan infrastruktur, seperti jembatan darurat dan perbaikan jalan memang difokuskan agar masyarakat yang terdampak tidak terisolasi dan penyaluran bantuan tidak terhambat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara, Noldy Liow, mengatakan butuh waktu sekitar dua minggu untuk membersihkan kota Manado dari sisa banjir. Meskipun menjadi langganan banjir setiap tahun, kali ini adalah yang terbesar. Hampir 40 persenkota rusak akibat banjir bandang dari sungai Tondano.

Di samping itu, sampai saat ini bencana banjir di Manado masih dalam status tanggap darurat, sehingga penanggulangan bencana lebih fokus kepada evakuasi korban, penyaluran bantuan logistik dan koordinasi lintas sektor.

“Kami kesulitan karena terlalu banyak sampah dan banyak wilayah yang terdampak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Misalnya, di tahun sebelumnya wilayah yang terdampak hanya sekitar 20 persen, dan tinggi lumpur hanya 30 cm, tapi sekarang 1 meter,” kata Noldy.

Menurut Noldy, saat ini sudah dikerahkan sekitar 50 unit dump truk untuk membersihkan jalan bekerjasama dengan TNI. Sampah-sampah ini diangkut dan dibuang di tempat pembuangan akhir di Simompo, Bunaken.

Nafsiah Mboi mengingatkan ancaman penyakit diare, infeksi saluran pernafasan atas (ispa) dan leptospirosis yang kerap muncul saat banjir. Kementerian Kesehatan sendiri sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Manado dan Sulawesi Utara untuk mengantisipasi masalah kesehatan yang muncul, seperti tenaga kesehatan dan bantuan obat-obatan baik dari pemda maupun pemerintah pusat.

Rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya diimbau wajib melayani para korban bencana yang sakit maupun luka-luka akibat langsung dari banjir. Adapun biaya pengobatannya ditanggung oleh negara.

Dalam kunjungannya, Menko Kesra dan Menkes membawa bantuan berupa bahan makanan, makanan siap saji, air mineral, obat-obatan, matras, selimut, peralatan bayi, peralatan dapur, dan pakaian seragam sekolah. Total bantuan untuk korban banjir dan tanah longsor di Manado sebesar 57,2 ton dari BNPB, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan.

Pengiriman dilakukan dengan menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara. Jumat (17/1) pagi pukul 06.00 WIB bantuan berupa tenda keluarga 6,9 ton, makanan pendamping asi 3,2 ton dan obat-obatan 150 kg. Pada Sabtu (18/1) dan Minggu hari ini membawa bantuan kidware 1.200 paket, family kit 4.000 paket, tenda gulung 2.000 lembar, tikar 1.000 lembar, paket kesehatan keluarga 500 paket, lauk pauk 5.000 paket, sandang 1.500 paket, dan sebagainya.

Selain barang, juga diberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 700 juta untuk kebutuhan gawat darurat. Sebelumnya sudah diserahkan uang tunai sebesar Rp 1 miliar.

Menurut Agung, tidak ada bedanya status bencana daerah atau bencana nasional. Toh, kata dia, perhatian pemerintah pusat tidak berkurang sedikit pun. Karena itu Agung meminta semua pihak untuk tidak mempersoalkan bencana banjir Manado sebagai bencana nasional atau bencana daerah.

“Yang terpenting adalah bagaimana perhatian pemerintah pusat dan daerah dan koordinasi yang baik untuk penanggulangan bencana ini,” kata Agung.

Berdasarkan data BNPB, hingga saat ini data sementara korban bencana Sulut adalah 18 orang tewas, 2 orang hilang, 101 rumah hanyut, dan ribuan warga mengungsi. Korban tersebut berasal dari Kota Manado (6 tewas, 1 hilang), Kabupaten Minahasa (6 tewas), Kota Tomohon (5 tewas, 1 hilang), dan Kabupaten Minahasa Utara (1 tewas).

Dengan membaca di beberapa media online tentang bencana bancir yang melanda Jakarta dan Manado, kita agar selalu mendoakan kepada Saudara kita yang sedang terkena musibah, kami sekali lagi mari berdoa dan selalu menjaga lingkungan kita sehingga setelah berdoa kita juga harus bertindak agar hal-hal yang tidak diinginkan bisa ditangani.

Terima kasih kepada pengunjung yang telah menginap di hotel kami, demikian informasi yang bisa kita baca bersama semoga ada manfaatnya khususnya buat kami dan Anda pada umumnya.

Advertisement
tags: , , , ,

Related For Hotel Ciwidey Turut Berbelasungkawa

Comment For Hotel Ciwidey Turut Berbelasungkawa

Booking Hotel Ciwidey Di Sini !!!

picasion.com gif maker

PAKET WISATA CIWIDEY MURAH !

picasion.com gif maker

Booking MS Hotel Ciwidey Di Sini !!!

picasion.com gif maker

Beli Tiket Kawah Putih Ciwidey Di Sini !!!

picasion.com gif maker

Bandrek Abah Online

RSS Hotel Ciwidey Goal

  • The Pros and Cons of a Cruise to Nowhere
    Before cruising regulation laws changed in 2016, "cruises to nowhere" were a popular and profitable way for cruise lines to offer quickie two-day vacations that led to, well, nowhere. Essentially, these cruises let passengers enjoy everything onboard the ship without docking at a port of call. It was partially a marketing strategy for the cruise […]
  • 5 Caribbean Hotels That Offer Singles Vacations
    Single travelers don't often get enough love from hotels. Many seem to cater to couples and families with their vacation deals and packages. While this also happens in the Caribbean, there are a number of hotels there that offer vacations that cater specifically to singles. Some of these vacations are discounted packages, while others focus […]
  • 6 Gorgeous Scarves and Wraps That Double as Airplane Blankets
    Why oh why is the temperature of every airplane cabin set somewhere between meat locker and Arctic Circle? The scientific answer: fuselage + altitude = brrr! Luckily, there’s an easy way to combat the airplane’s built-in chill factor. Just wrap up in one of the ridiculously warm scarves or wraps below. They’re big enough that they […]